Batik Cirebon – Fatin Shidqia Cinta Batik

Batik Cirebon – Dunia fashion perkembangannya semakin menggeliat. Kain tradisional pun ikut menjadi tren busana fashion saat ini yaitu batik.

Kini semakin banyak orang yang menyukai busana bermaterialkan kain tradisional. Termasuk penyanyi muda Fatin Shidqia Lubis. Dia mengaku, termasuk orang penyuka pakai baju batik dan cinta dengan batik.

“Apalagi, di kampus aku ada hari di mana harus pakai batik dan aku suka banget,” ujarnya saat ditemui di Mangga Dua Square Jakarta, Jumat (8/4).

Batik Cirebon – Penyanyi jebolan salah satu ajang pencarian bakat itu mengatakan, busana batik sejatinya tidak hanya mencerminkan gaya formal dan hanya dapat dikenakan oleh orang kantoran.

“Tetapi, bisa juga dipakai sehari-hari kalau bisa mendapatkan desain yang lebih santai, unik, dan lucu,” ucapnya. karna sekarang banyak model dan motif batik yang mengikuti zaman yang biasa disebut ‘kekinian’.

Meski menyukai baju batik, lantas bukan berarti Fatin selalu mengenakan busana bermaterialkan kain tradisional saat ke manapun pergi atau pentas. “Disesuaikan dengan acara dan pertama adalah harus nyaman,” katanya.

Dia menambahkan, biasanya kalau untuk acara event dan ada petinggi atau pejabat pemerintah cari busana yang kalem, glamor, dan elegan.

“Tapi, kalau acara off air dan ngampus lebih santai. Kalau ngampus, paling pakai jeans dan kaos. Seringnya pakai hitam dan pink,” tandas penyanyi berusia 19 tahun itu.( Batik Cirebon )

Sumber: Jawa Pos

Batik Cirebon – Sosok di Balik Terkenalnya Batik Indonesia

batik cirebonBatik Cirebon – Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan pertama yang memperjuangkan budaya indonesia yang hampir punah yaitu batik, hingga Batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai budaya indonesia yang mendunia.

Setelah berkunjung ke Tanah Air pada tahun 1990, mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, selalu mengenakan batik buatan Indonesia dan diperkenalkan berbagai macam motif batik dari beberapa daerah termasuk batik cirebon yaitu batik megamendung.

Batik kemudian menjadi pakaian resmi Mandela. Hal ini membuat batik populer karena rakyat Afrika Selatan berbondong-bondong mengikutinya.

Pengacara kondang Farhat Abbas mengakui peran Mandela sangat besar dalam memperkenalkan batik di mata dunia. “Batik yang digunakan Mandela itu dari Indonesia, Karena Mandela memakai batik, batik kemudian mendunia serta diakui dunia.”

Batik Cirebon – Peran Mandela memang sangat nyata. Semasa hidupnya, Mandela kerap memakai batik saat berkunjung ke negara-negara sahabat. Bahkan bisa dikatakan ia mengenakan batik dalam segala kegiatan. Batik yang dikenakan Mandela pun dinamai Madiba Shirt bagi rakyat Afrika Selatan.

Karena melihat Mandela sering mengenakan batik, rakyat Afrika Selatan pun turut mengenakannya. Batik juga menjadi inspirasi beberapa desainer lokal Afrika Selatan untuk membuat desain batik sehingga sekarang muncul Batik khas Afrika.

Kini, Mandela telah tiada. Kamis malam, 5 Desember 2013, Nelson Mandela mengembuskan napas terakhirnya. “Dunia mungkin kehilangan tokoh dunia. Tapi bagiku, kepergiannya membuat aku kehilangan dunia,” kata Farhat.( Batik Cirebon )

Sumber: Tempo

Batik Cirebon – Mengenal Lebih Dekat Sally Giovani

batik cirebonBatik Cirebon – Sally Giovani seorang pengusaha muda berusia 26 tahun dan owner batik Trusmi khas Cirebon yang sudah menghasilkan omzet milyaran rupiah, Dalam membangun usaha yang dirintisnya tidak lah mudah, berkali – kali gagal tidak menyulutkan tekad wanita cantik yang sudah memulia berbisnis di usia yang sangat belia 17 tahun.

Sally memulai usahanya dengan menjajakan batik-nya bersama sang Suami tercinta Ibnu Riyanto ke pasar – pasar Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. Lelah dan letih tidak pernah melunturkan tekadnya, kakinya terus berjalan dan hati-nya tak pernah kendur sedikitpun dalam menggenggam mimpi.

Pengalaman Sally dalam berjuang membesarkan batik Trusmi sangatlah banyak.

“Pengalaman saya dalam berjuang membesarkan batik trusmi sangat banyak. Kita harus mau melakukan sesuatu yang orang lain tidak mau melakukannya. Salah satunya ketika saya harus tidur di musholah, pom bensin dan parkiran tanah abang bersama suami dan anak saya,” ujar Sally owner Batik Trusmi

Saat mengalami kegagalan Sally terus meyakinkan diri untuk tidak menyerah, karena kegagalan adalah suatu bagian dari perjuangan.

“Ketika kita mengalami kegagalan, kita tidak boleh menyerah, harus segera bangkit dan lebih bersemangat karena kegagalan adalah bagian dari perjuangan,” pesannya.

Batik Cirebon – Sally Giovani dapat membuktikan bahwa seorang wanita juga dapat aktif berbisnis seperti yang sudah diteladankan oleh ummul Mukminin RA Khajidah, ia mulai aktif menjalankan usahanya dimulai dari usianya yang masih remaja yaitu 17 tahun.

Saat umur 17 Tahun Sally Giovani menikah dengan Ibnu Riyanto dan menjalani bisnis batik bersama hingga sekarang menjadi toko batik terbesar,terluas,dan terlengkap yaitu Pusat Grosir Batik Trusmi yang ada di Jalan Trusmi Kulon No.148 Plered, Cirebon

Dengan kegigihan, semangat pantang menyerah pada akhirnya bisnisnya terus bertumbuh dan meraih beberapa penghargaan seperti Pemegang Rekor Muri 2013 dan 2014 untuk Kategori “Pemilik Toko Batik Terluas (Pusat Grosir Batik Trusmi) “Indonesian Creativity Award” Untuk Kategori “The Best Design and Quality Product of The Year”, Peraih Certificate Of Achievment TOP 50 LEADER Of The Year 2013 untuk Kategori“Top Quality Product Excellent”.

Peraih Piagam Penghargaan sebagai “Eksekutif Berprestasi Indonesia 2013” oleh Forum Peduli Prestasi Bangsa (FPPB).

Luar biasa sekali Wanita yang dikenal sebagai Muslimah Cantik,Bening,Muda,Miliarder ini berhasil memberikan inspirasi untuk para wanita bahwa memulai usaha itu tidak harus menunggu umur yang pas untuk memulainya.( Batik Cirebon )

Sumber: Muslimahdaily.com